Mahasiswa Tewas dengan Tangan Berlumuran Darah Akibat Ulahnya Pukul Kaca

shares

Seorang mahasiswa di Ngawi tewas dengan kondisi tangan berlumuran darah. Aditya Fredin Hanies warga Dusun Ngubalan Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi meninggal di RSUD dr Soeroto akibat pendarahan hebat di tangan kanannya.

Hasil penyelidikan polisi megungkap korban tewas akibat perbuatannya sendiri.

"Jadi korban ini meninggal atas perbuatannya sendiri hingga terjadi pendarahan parah karena kehabisan darah," ujar Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto saat dihubungi detikcom Sabtu (4/1/2020).

Gambar Ilustrasi

Pria 26 tahun itu, kata Dicky, mengalami luka akibat terkena pecahan kaca jendela rumah Poniman (50), tetangganya sendiri. Peristiwa itu, lanjut Dicky terjadi Jumat sore (3/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu korban memukul kaca jendela Poniman karena marah Poniman tidak memberitahu keberadaan anaknya.

"Jadi anaknya Poniman ini adalah teman dari korban yang saat itu dicarinya di rumah. Namun Poniman menjawab tidak ada. Korban lalu memukul kaca jendela," ujar Dicky.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Khoirul Hidayat, menuturkan, peristiwa tewasnya mahasiswa itu diketahui semalam saat korban sudah di RSUD dr Soeroto Ngawi. Polisi langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan ternyata korban merusak kaca jendela Poniman dengan memukul menggunakan tangannya sendiri.


"Kejadian perusakan pintu kaca oleh korban terjadi pada Jumat sore (3/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu korban dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio mendatangi rumah Poniman dan menanyakan anaknya yang merupakan teman korban. Diduga korban marah saat ditanya keberadaan anaknya dijawab oleh Poniman tidak tahu," paparnya.

"Ternyata setelah kami telusuri, korban ini juga pelaku perusakan kaca jendela rumah tetangganya sendiri. Kaca jendela dipukul dengan tangan hingga menyebabkan pendarahan," imbuh Khoirul.

Setelah memukul kaca jendela, korban dengan tangan terluka berlumur darah naik sepeda motor menjauh dari lokasi. Korban dengan darah terus mengucur dari tangannya sempat terjatuh beberapa kali. Korban sempat ditolong warga sekitar untuk dibawa ke puskesmas terdekat.

"Korban sepat dibawa warga ke puskesmas. Namun karena kondisi pendarahan yang parah oleh puskesmas dirujuk ke RSUD dr Soeroto Ngawi hingga meninggal," ujar Khoirul.

Orang tua korban sendiri menerimakan kematian anaknya karena perbuatannya sendiri yakni memukul kaca rumah orang lain hingga menyebabkan tangannya terluka. Jenazah korban pagi ini telah diambil keluarga untuk dimakamkan.