Bukannya Hepi, Pengantin Pria Ini Justru Mengamuk di Hari Pernikahannya, Tamu Sampai Kabur karena Panik

shares

Pernikahan seharusnya menjadi momen bahagia yang paling dinanti bagi setiap pasangan.

Biasanya momen ini juga menjadi ajang untuk mewujudkan pernikahan impian para mempelai.

Namun bagaimana jika hari bahagia itu hancur karena emosi yang tidak bisa dibendung?

Pernikahan seharusnya menjadi momen bahagia yang paling dinanti bagi setiap pasangan.

Biasanya momen ini juga menjadi ajang untuk mewujudkan pernikahan impian para mempelai.

Namun bagaimana jika hari bahagia itu hancur karena emosi yang tidak bisa dibendung?


Tak hanya sekali, pengantin pria mengulang aksinya itu sebanyak dua kali.

Masih dengan amarah yang menggebu, pria itu langsung menendang menara sampanye hingga berhamburan ke tanah.

Para tamu yang hadir tampak begitu panik dan mencoba kabur.

Aksi nekat pria itu berhasil dihentikan oleh sang mempelai wanita.

Sang mempelai wanita langsung memeluk pria itu dari samping.

Pengantin pria tersebut marah karena sang ayah telah mempermalukan calon istri dan calon mertuanya.

Sang ayah tidak suka dengan keluarga si pengantin perempuan.

Menurut sang ayah, keluarga si pengantin perempuan tidak baik.

Sang ayah pun tidak memberikan restu pada anaknya untuk menikah dengan pengantin wanita.

Tamu undangan yang datang kaget dan dibuat tercengang atas kejadian tersebut.

Dikutip Tribunnews.com dari laman sinchew.com.my, peristiwa ini terjadi di Kabupaten Mishima, Provinsi Yong Phuc, Vietnam pada 31 Desember 2019.

Video yang memperlihatkan pengantin pria ngamuk di acara pernikahan tersebut beredar di internet.

Awalnya, banyak netizen yang menyebut aksi yang dilakukan pengantin pria tidak masuk akal.


Setelah video tersebar luas, si pengantin pria memberikan klarifikasi ke publik soal peristiwa tersebut.

Menurut laporan dari media lokal Vietnam Trung Quoc Bao, pengantin pria mengaku bertemu istrinya di universitas.

Pria itu mengatakan jika sang ayah tak menyetujui pernikahan itu.

Ayahnya menganggap jika latar belakang keluarga wanita pilihannya buruk.

Namun pengantian pria itu berhasil membujuk sang ayah untuk mewujudkan pernikahan impiannya.

Pria itu kesal lantaran sang ayah mempermalukan ayah mempelai wanita di depan para tamu.

Ucapannya itu bertujuan menyindir calon besannya.

Ayah mempelai pria menganggap jika besannya berhasil mendidik putrinya untuk mendapatkan pria dari keluarga kaya raya.

Karena peristiwa itu, acara pernikahan pun dihentikan.

Sang pengantin pria mengakui sikap dan aksinya tersebut adalah suatu kesalahan.

Namun, ia masih berpikir seharusnya sang ayah tidak mempermalukan pengantin wanita dan keluarganya di hadapan banyak orang.

Sang pengantin pria telah menerima bagaimanapun keadaan istrinya.